Foto dan Kehidupan M Syarif Pelaku Bom Mapolres

Pelaku aksi biadab peledakan bom di Masjid Polresta Cirebon sudah mulai menemui titik terang. M Syarif pemuda asal Majalengka yang diduga pelaku telah dipastikan identifikasi DNA yang memastikan jenazah pelaku bom bunuh diri adalah benar M Syarif. Ayahnya Abdul Gofur, seluruh keluarganya, bekas teman kerja dan sebagian besar tetangganya telah berani memastikan dengan mengatakan bahwa foto yang dikeluarkan mabes Polri adalah adalah M Syarif. Sebelumnya M Syarif ternyata aktif dalam melakukan aksi demonstasi di Cirebon dengan mengangkat kepentingan agama. Dalam berbagai kesempatan tampak dia tampil di depan dan sangat agresif dan emosional. Ternyata dia pernah terlibat dalam kasus pidana karena pemukulan terhadap seseorang. Bahkan saat ini polisi telah mendalam dugaan pembunuhan yang dilakukannya terhadap seorang tentara Babinsa.

Mochamad Syarif sering mengikuti demo-demo yang diadakan Forum Umat Islam (FUI) Cabang Cirebon dan Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas). Meski sering ikut demo, dia bukan anggota resmi FUI ataupun Gapas. Dia sering ikut demo dengan keinginannya sendiri. Kedua forum itu tidak pernah resmi mengajaknya secara organisasi..

Dalam video yang disiarkan televisi berita, tampak Syarif memang terlihat dalam beberapa demonstrasi yang diadakan FUI, utamanya soal pelarangan Ahmadiyah. Syarif terlihat paling emosional dari aksi-aksinya yang anarkistis, seperti menendang tameng aparat kepolisian atau memukul jendela bus kejaksaan.

Inilah Wajah pelaku Bom Mapolresta Cirebon dan wajah M Syarif

M Syarif saat melakukan peledakan bom itu berpakaian serba hitam dengan berjaket, berpeci dan berkaos hitam yang berada di shaft (baris) ke 2 tiba-tiba meledakkan bom bunuh diri di tubuhnya, pelaku tewas saat itu juga. Sekitar 17 orang yang sebagian besar anggota Polri termasuk Kapolresta Cirebon yang duduk di dekat pelaku.

Identitas M Syarif diketahui meski badannya hancur tetapi wajahnya maih utuh. Isterinya mengenali suaminya sebagai pelaku saat melihat ada bekas luka di jarinya. Sedangkan ayahnya melihat berbagai data pelaku pemboman tersebut dengan yakin mengatakan bahwa dia adalah 100 persen anaknya.

Perjalanan Hidup M Syarif

M Syarif lahir dan dibesarkan di Majalengka. Sekolah SD dilalui di sekolah negeri dan dan dilanjutkan sekolah Taman Siswa. Setelah itu dia melanjutkan sekolahnya di pesantren di Jawa Timur. Syarif semasa hidupnya tinggal di Jalan Patratean, Gang Rarakuning II, RT 03/RW 06, Kecamatan Pekalipan, Cirebon.

Sejak sepuluh tahun ayahnya sudah jarang bertemu dengan anaknya, demikian ayahnya mulai mengungkapkan jati diri anaknya di sebuah stasiun berita. Bila dihitung jari hanya sekitar 11 kali bertemu dalam kurun waktu itu. Hal terjadi karena perilaku dan pemikiran M Syarif mulai berubah. Sejak itu dia sangat emosional dan keras meski terhadap saudara bahkan orang tuannya sendiri. Penampilannya juga mulai berubah dengan sering memakai baju jubah hitam panjang. Bila berbeda pendapat dalam ajaran agama Islam, dia bahkan dengan berani mengkafirkan seluruh keluarga bahkan ayahnya sendiri. Padahal ayahnya adalah merupakan penceramah agama dan ahli tafsir Quran.

Dia juga menganggap bahwa rumahnya bukan rumah Islam. Syarif suka marah-marah apabila melihat sang ibunda, Ratu Srimulat, tidak mengenakan jilbab atau kerudung.Dia juga marah kalau orang rumah sering nonton TV. Dia sering ngancam dengan mengatakan aku putus atau aku jual saja. Syarif lebih suka beribadah di musala di kawasan Kebon Pring dan  jarang salat di Musala Al Huda dekat rumahnya.

M Sarif Saat Melakukan Demonstrasi berlatar belakang agama

Ayahnya berulang kali menasihati bahwa menjadi muslim yang baik harus taat pada aturan dan hukum yang berlaku. Selama ini M Syarif tidak mengakui hukum di Indonesia karena dianggap hukum rang kafir. Karenanya, M Syarif selalu bertindak keras dengan tidak mentaati hukum. Syarif pernah membuang botol minuman beralkohol ketika sedang diminum orang yang dijumpainya. Dengan bertindak sendiri menghakimi dan merazia para penjual minuman keras di beberapa toko swalayan. Pernah ayahnya menasihati bahwa toko tersebut sudah berijin, bila memang tidak berijinbiar Polisi yang memprosesnya. Bahkan sat itu, M Syarif pernah dicari Polisi karena aksinya merazia dan menghakimi para penjual minuman keras.

Selama ini M Syarif selain melakukan razia terhadap beberapa tempat maksiat, dia juga aktif beberapa kal berdemo menentang Ahmadiyah. Bahkan dalam video demo yang ditayangkan di televisi nasional, tampak M Syarif paling menonjol agresifitasnya. Dia tampak sangat emosional dan menendang kendaraan polisi dan pagar betis polisi. Dalam salah satu aksinya dia juga berjubah hitam dan menutu seluruh kepalanya dengan jubah hitam seperti ninja menendang pagar betis polisi dalam suatu aksi demonstrasinya.

Kasus Pidana Lain

Semasa hidupnya Mochamad Syarif Astanagarif (32)  juga banyak terlibat dalam kasus tindak pidana lainnya. “Insiden pada saat Ahmadiyah (Cikeusik) dia ikut. Ya seperti itulah,” kata Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Inspektur Jenderal Mathius Salempang, di Rupatama Mabes Polri, Senin (18/4) siang. Selain itu, Syarif juga terlibat dalam aksi perusakan Alfamart di Cirebon. Enam orang kawannya sudah divonis, dan saat itu dia bersama empat orang lainnya yang dikenal dengan Kelompok Lokal Cirebon masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Syarif juga terlibat kasus pembunuhan anggota TNI. Konon perilaku Syarif berubah drastis setelah dia belajar ilmu di sebuah pesantren milik Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Ciamis, Jawa Barat. Ketika dikonfirmasi masalah yang berkaitan dengan Ustad Abu bakar Ba’asyir, Salempang mengatakan belum tahu. Masih diselidiki mabes Polri.

M Syarif disebut-sebut terlibat pembunuhan anggota TNI yang bertugas di Kodim Sumber, Kabupaten Cirebon, Kopral Kepala Sutejo, 2 April lalu. Sebelum tewas mengenaskan, Sutejo datang untuk memeriksa sekelompok orang yang sering berkumpul di sebuah warung. Almarhum merupakan anggota Babinsa kodim setempat.

Sebelum ditemukan tewas, Sutedjo sempat mendapat laporan seorang pemilik warung bernama Ali. Warga sipil ini mengaku ada beberapa orang yang sering berkumpul di warungnya. Orang itu enggak dikenalnya dan dianggap meresahkan. Pemilik warung lantas melaporkan kepada Sutedjo perihal kelompok orang yang tak dikenal itu. Lalu terjadilah peristiwa yang menimpa almarhum. Polisi belum menemukan titik terang tentang temuan SIM atas nama M Syarif di lokasi terbunuhnya Kopka Sutedjo. Luka yang diderita korban dan berada di titik-titik mematikan, diduga pelaku tersebut tergolong orang terlatih.

Pada tahun 2007, lelaki yang dinyatakan sebagai pelaku bom bunuh diri di mesjid Mapolresta Cirebon itu, sempat menghuni penjara selama beberapa hari karena kasus pemukulan. Informasi mengenai adanya riwayat M Syarif masuk penjara di sel kepolisian tersebut diperoleh dari Bayu, teman sekerjanya ketika masih bekerja di Kios Selular ‘JJ’ di Kota Cirebon seperti yang telah diungkapkan sebuah media online. Saat itu bertempat di parkiran pusat perbelanjaan di Kota Cirebon, Syarif terlibat keributan dengan pengunjung. Belum diketahui saat itu permasalahannya tiba-tiba dia  memukul orang tersebut. Kejadian itu kemudian berbuntut dibawanya Syarif ke kantor polisi dan sempat menginap beberapa hari. Dua atau tiga hari menginap di kantor polisi, MS lalu dikeluarkan. Tapi saya lupa waktu itu dia nginap di sel Mapolresta Cirebon atau di Polsek,” tegas Bayu seraya menambahkan, kepribadi MS tergolong orang yang cepat tersinggung, temperamental.

Sebelumnya Sosok Baik

Pada tahun 2002, seorang teman dekatnya mengatakan bahwa sosok M Syarif tidak seperti yang digambarkan di media saat ini sebagai sosok yang keras dan teperamental. Dulu dia dikenal sebagai orang yang baik, supel dan panjdai bergaul. tetapi setelah itu mungkin saja berubah karena berbagai faktor. Teman dekatnya tersebut mengatakan bahwa sudah sejak sepuluhtahun yang lalu dia tidak pernah bertemu dengan Syarif.  Biasa saja dalam beberapa tahun terakhir ada pengalaman Syarif yang membuat sikapnya berubah drastis. Sahabat dekatnya tersebut menceritakan Syarif pandai membuat kerajinan tangan yang dijual untuk menambah keuangannya.

M Syarif , Berjubah hitam segera setelah menendang kendaraan mobil aparat saat demo, sempat ditenangkan polisi

Isterinya mengatakan bahwa sudah 2 minggu sebelum peristiwa itu, M Syarif pamit untuk mencari pekerjaan. Anehnya, setiap nomer teleponnya dihubungi selalu tidak diangkat atau tidak bisa dihubungi. Padahal saat ini isterinya sedang dalam keadaan mengandung. Beberapa mnggu sebelumnya, M Syarif sudah mengatakan kepada keluargannya, bahwa dalam waktu dekat akan memberi kejutan besar kepada keluarganya. ” Ternyata kejutan itu benar-banar sungguh mengejutkan dan memalukan.” Ucap ayahnya sambil terisak. “Saya sangat malu, selama ini berceramah kemana-mana dan selalu berkotbah memerangi teroris. Tetapi nyatanya anaknya sendiri adlah seorang teroris.” Ungkap ayahnya dengan sedih. Selama ini ayahnya selalu berkeliling berceramah bukan hanya di Cirebon, tetapi sudah melalang buana ke Sumatra atau Kalimantan.

Sehari-hari M Syarif bekerja dalam bidang disain grafis. Dia pernah bekerja di percetahkan Mizan di Cirebon sebagai tenaga disain grafis. Dia juga pernah bekerja dalam cetak foto digital. Di lingkungan kerja dan rumahnya M Syarif dikenal sebagai pemuda yang pendiam dan jarang bergaul.

Kronologis Pengeboman

M Syarif dengan memakai jaket hitam dan peci hitam memasuki masjid dan duduk di shaf ke tiga. Saat qomat berkumandang sebelum memulai salat jumat dia maju ke shaf ke dua di sebelah Kapolresta. Allahu Akbar!!” teriakan itu terdengar sesaat sebelum bom meledak. Teriakan tersebut berasal dari seorang jamaah shalat jumah di masjid Mapollresta Cirebon, yang kemudian meledakan bom dalam tubuhnya.

M Syarif saat sebelum melakukan aksinya memakai jaket hitam, memakai topi dan membawa sajadah yang tidak digelar. Gerak-geriknya mencurigakan karena tidak menghadap ke kiblat dan datang belakangan ketika shalat jumat akan dimulai. Dia tidak menggunakan tas ransel, diduga menggunakan rompi di sekitar perut. Syarif tewas seketika dengan perut hancur terluka. Tetapi tampak wajahnya masih utuh. Belum diketahui jenis bom yang digunakan, namun sudah diidentifikasi terdapat paku dan baut untuk meningkatkan daya bunuh bom itu. Meski demikian ledakan tersebut sangat hebat, karena terdengar hingga 500 meter di luar lokasi. Jenasah pelaku saat ini sudah dievakuasi dari dalam masjid.

Aksi M Syarif termasuk dengan modus baru dengan melakukan serangan sangat berani terhadap polisi bahkan terjadi di markas polisi resort kota. Sebelumnya aksi teroris melakukan penyerangan terhadap kepentingan Amerika dan dunia barat. Tetapi saat ini justru sasaran beralih kepada bangsa sendiri terutama polisi. Aksi terorisme ini juga bergaya baru. Biasanya aksi terorisme militan selama ini tidak pernah menganhancurkan masjid atau tempat ibadah yang sangat dihormati. Sangat jarang terorisme melakukan aksinya hari Jumat saat umat muslim melakukan ibadah shalat jumat.

Korban diperkirakan mencapai 29 orang yang sebagian besar adalah polisi. Para korban ledakan bom di masjid polresta cirebon ini dilarikan ke rumah sakit RS Pelabuhan dan Rumah Sakit Pertamina. Kapolrestas Cirebon AKBP Herukoco saat ini dirawat di RS Pertamina Klayan Cirebon. Kapolresta saat itu berdiri di barisan yang sama dengan pelaku bom bunih diri. Kapolresta mengalami luka serius di punggung, akibat tumbukan paku dan baut dari bom itu. Tampaknya M Syarif sengaja membidik Kapolresta Cirebon sebagai sasarannya. Pelaku saat itu langsung duduk di sebelah Kapolresta. Selain itu 28 korban lainnya yang sebagian besar dilarikan ke RS Pelabuhan untuk melakukan perawatan lebih jauh. Hampir sebagian besar atau sekitar 80% adalah anggota polisi dan sebagian lainnya adalah masyarakat sekitarnya. Foto pelaku bom bunuh diri saat belum dievakuasi dari dalam masjid. Perut pelaku hancur, tetapi wajahnya masih utuh. Diduga bom dilekatkan pada sekitar perut

M Syarif dengan baju serba hitam hingga seluruh tubuhnya bak “Niinja”, saat sedang berdemo

M Syarif saat berdemo. Paling menonjol dalam bertindak agresif. Foto saat akan menendang mobil aparay

Saat aktif di kerumunan masa melakukan demonstrasi di Cirebon

Artikel Terkait Lainnya

Supported By :
KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37Xw

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

One thought on “Foto dan Kehidupan M Syarif Pelaku Bom Mapolres”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s