Osama Bin Laden, Buronan Amerika Terbesar Tewas

Pada Usamah bin Ladin tewas dalam serangan yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, tempat persembunyiannya selama ini. Kemudian Pasukan Amerika Serikat melakukan tes DNA untuk memastikan kematian Osamah. Sebelumnya Osama diberitakan oleh berbagai media Internasional tewas berulangkali. Namun semua berita itu menjadi terbantahkan saat berita Osama dipastikan tewas. Osama tewas dalam operasi pasukan AS di Pakistan. Dia tewas dengan peluru di kepala.

Presiden AS Barack Husein Obama telah memastikan tewasnya buronan teroris nomer wahid Amerika, Osama bin Laden. Pemerintah AS menjamin akan mengurus jenazah Osama secara Islam. Osama tewas dalam operasi militer yang digelar tentara AS. Osama ditembak oleh militer AS di bagian kepalanya di sebuah rumah di luar Islamabad, Pakistan, Minggu (1/5/2011). Kepastian tewasnya Osama, pihak AS juga telah melakukan tes DNA.

Namun berita lain dari Al Jazeera menyebutkan bahwa kematian Osama bukan karena serangan militer, tetapi meninggal karena penyakit yang diderita. Saat menghembuskan nafas terakhirnya Osama berada di Pakistan.

Dalam operasi militer Amerika itu juga menewaskan empat orang lainnya, salah satunya perempuan. Dari tiga pria lain yang tewas itu, salah satunya dipastikan anak Osama. Keberhasilan Amerika menewaskan Osama, membuat rakyat bersuka ria merayakan ‘kemenangan’ Amerika ini. Ribuan masyarakat Amerika tampak berkumpul di depan Gedung Putih dan di daerah Ground Zero sambil meneriakkan yel-yel ‘kemenangan Amerika’ hingga dini hari.

Tewas Beberapa Kali

Kabar kematian Osama pernah mencuat 3 bulan setelah pria berjenggot itu resmi menjadi buruan AS, setelah ia dia dinyatakan berada di balik serangan 11 September 2001. Media AS, Foxnews, pada 26 Desember 2001 pernah memberitakan, “Osama bin Laden telah meninggal dengan damai karena komplikasi paru-paru yang tidak diobati.” Media itu menulis berdasarkan laporan peneliti Pakistan yang mengutip seorang pemimpin Taliban yang diduga menghadiri pemakaman Osama. “Pasukan koalisi terlibat dalam operasi pencarian namun mereka tidak bisa memenuhi tujuan mereka untuk mendapatkan Osama hidup atau mati,” kata sumber seperti diberitakan Foxnews saat itu.

Osama, menurut sumber itu, menderita komplikasi paru-paru serius dan meninggal akibat penyakit itu pada pertengahan Desember, di sekitar pegunungan Tora Bora, Afghanistan. Sumber mengklaim itu Osama dimakamkan secara terhormat di tempat tinggal terakhirnya dan kubur dibuat sesuai keyakinan Wahabi-nya.

Kabar tewas Osama lainnya pernah juga ditulis BBC pada 9 Januari 2010. Media Inggris itu menulis, “Osama meninggal 8 tahun lalu selama perang untuk Tora Bora di Afghanistan.” Dilaporkan, Osama tewas, baik oleh bom AS dan juga penyakit ginjal yang serius.

Soal kabar tewasnya Osama karena penyakit ginjal ini juga pernah ditulis oleh Prof David Ray Griffin, analisis politik dan filsuf dari California Claremont School of Theology. Dalam bukunya yang berjudul ‘Osama Bin Laden: Dead or Alive?’, David menulis Osama tewas karena gagal ginjal pada 13 Desember 2001 ketika ia tinggal di pegunungan Tora Bora di Afghanistan, dekat perbatasan dengan Waziristan. David juga menulis bahwa rekaman Osama yang sering dipublikasi dalam pelariannya itu dibuat oleh Barat. Tujuannya, untuk meraih kembali dukungan dunia untuk tetap perang melawan teror di Irak dan Afghanistan, yang sebelumnya sempat surut.

Osama Bin Laden

Osamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin atau biasa dipanggil Osama bin Ladenadalah pendiri Al Qaeda. Osama dilahirkan di Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah pada lahir di Jeddah, Arab Saudi, 10 Maret 1957 dan  meninggal di Abbottabad, Pakistan, 1 Mei 2011 pada umur 54 tahun. Usamah adalah anak ke-17 dari 52 bersaudara. Ayahandanya yang bernama Muhammad bin Ladin, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian bermigrasi ke Arab Saudi setelah Perang Dunia II). Di tempat yang baru ini Muhammad bin Ladin memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang bisnis pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh karena itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Muhammad bin Ladin kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Arab Saudi, yang diperkirakan memiliki keuntungan miliaran dolar Amerika Serikat. Dari keuntungannya ini diperkirakan Muhammad bin Ladin memiliki saham sebesar hampir 300 miliar dolar Amerika.

Ketika berusia pemuda-remaja, Usamah bin Ladin telah bergabung dengan gerakan Konservatif-Baru (Ultrakonservatif), sebuah gerakan politik dalam agama Islam yang sebagian mengadopsi sebagiannya pemahaman salaf (paham pemurnian agama para ulama saudi) tetapi kurang mendapat dukungan dari para ulama; dan ia pernah masuk kedalam dinas kepolisian yang menegakkan hukum-hukum syariah. Usamah menjadi mahasiswa pada Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, di mana ia berguru pada salah satu dari antara gurunya, yakni Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peran memobilisasi dukungan bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan pendudukan Uni Soviet atas Afganistan. Usamah bin Ladin lulus menyelesaikan studinya dan diwisuda sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Manajemen.

Osama kaya raya

Osama serta saudara dan saudarinya mendapat harta yang banyak dari jutawan besar Arab Saudi, Mohamed bin Laden,  Dana luarbiasa itu membuat Osama bisa membantu pejuang Afganistan melawan Uni Soviet. Pada 1984, Osama mendirikan lembaga dakwah (disebut pusat pelayanan) dan kamp militer (dinamakan kamp Farouk). Kamp Farouk tersebut dijadikan tempat latihan militer bagi sukarelawan Afganistan dan mancanegara. Saat itu, AS membantu Osama memerangi pasukan pendudukan Uni Soviet di Afganistan.

Kekuatan uang memegang peran sentral dalam menggerakkan aktivitas teroris. Karena dana segar, Osama bisa menggelar operasi teroris. Kekayaan Osama untuk pendanaan aktivitas teroris didapat dari warisan orangtua hingga hasil investasi di berbagai negara. Osama diperkirakan mendapat warisan sekitar 250 juta dollar AS. Osama berhasil mengembangkan uang warisan itu melalui perusahaan-perusahaan yang didirikan di mancanegara. Osama diperkirakan memiliki 70 hingga 80 perusahaan di mancanegara dengan berbagai nama samaran. Ketika berada di Sudan (1991-1996), Osama mendirikan perusahaan Hijrah di bidang kontraktor. Perusahaan tersebut meraih keuntungan besar dari proyek-proyek penting di Sudan, seperti jalan raya dan infrastruktur lainnya.

Di Sudan, Osama mendirikan pula Bank Islam Utara tahun 1991 dan dua perusahaan ekspor-impor bernama Oudah dan Taba. Dua perusahaan ini memonopoli bisnis ekspor jagung dan kurma Sudan tahun 1990-an. Osama juga membangun perusahaan pengawetan ikan di kota pantai Mombasa, Kenya, tahun 1994.

Laba perusahaan itu diduga digunakan dalam operasi teroris di Afrika Timur. Osama diduga mengalirkan dana ke rekening-rekening kecil atas nama orang lain di Pakistan, Afganistan, Yaman, Sudan, Filipina, Malaysia, Turki, dan Arab Teluk. Osama memiliki organisasi dengan sistem yang sangat rapi dalam proses pencairan dana. Kucuran dana dari Osama hingga ke operator lapangan harus melalui enam mediator sehingga sangat sulit dilacak.

Seorang wanita, seperti dikutip majalah Arab Saudi, Al Majalah, mengungkapkan pernah mentransfer dana milik Osama sebesar 30 juta dollar AS dari bank di Swiss, Perancis, dan Monako. Dana itu dialirkan dari bank ke beberapa rekening perorangan atau lembaga sosial di mancanegara secara bertangga hingga sampai ke si pelaku lapangan.

Osama diduga memiliki dana 3,2 juta dollar AS di salah satu bank di Kuala Lumpur pada tahun 2001. Jaringan dana Osama diduga merambah ke 25 negara di Eropa, AS, Afrika, Amerika Latin, hingga Asia. Sangat sulit melacak bagaimana nasib dana segar milik Osama di bank dan lembaga keuangan mancanegara itu saat ini. Suatu hal yang pasti, dana-dana itu dipakai untuk membiayai perlawanan pada pendudukan Uni Soviet di Afganistan. Pada era pendudukan Uni Soviet di Afganistan, Osama membiayai pembelian senjata AK-47, rudal antipesawat Stinger buatan AS, hingga akomodasi sukarelawan di kamp-kamp militer. Saat ini, jaringan Osama membiayai pengiriman mata-mata ke calon tempat operasi hingga pembinaan sel-sel tidur di Afrika, Eropa, Asia, dan AS

Perjuangan Osama

Osama bin Ladin mulai membangun jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika ia berangkat ke Afganistan bergabung dalam milisi perang kaum pejuang Afgan yang dikenal sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Soviet . Osama menggalang dana melalui jalur-jalur kekayaan dan relasi-relasi koneksi keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Osama juga terlibat mengambil bagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.

Pada 1988, pengaruh Osama menguat di Afganistan. Dia merekrut banyak sukarelawan bersenjata untuk digembleng mental dan ideologi serta kemampuan militer. Mundurnya Uni Soviet dari Afganistan pada 1989 membuat Osama seperti pahlawan Afganistan. Namun, pada 1990, terjadi perang saudara para mujahidin. Osama pergi ke Sudan. Pemerintah Sudan mendapat tekanan luar biasa dari AS agar mengusir Osama. Dia kembali ke Afganistan pada 1996. Dia memiliki hubungan kuat dengan Taliban yang menguasai Afganistan. Sejak itu, Osama berada di bawah perlindungan Taliban dan mengumumkan perang terhadap AS

Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Osama mendirikan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahidin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan. Ketika tentara-tentara Soviet menarik mundur keluar dari Afganistan, Osama bin Ladin pulang kembali ke Arab Saudi dan bergabung bekerja pada perusahaan konstruksi dan bangunan milik keluarga, Group Perusahaan Bin Ladin. Di sini ia kemudian terlibat bersama kelompok orang-orang Saudi yang berseberangan dan melawan pemerintahan kerajaan/monarki Saudi, yakni terhadap Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Usamah bin Ladin membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar al-Bashir dan Dr. Hasan Turabi yang memerintah Sudan.

Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut hak kewarganegaraan Usamah dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negeri. Usamah bin Ladin diyakini berbagai pihak sebagai tokoh pusat dan kunci dari suatu koalisi internasional dari kaum radikal Islam. Menurut Pemerintah Amerika Serikat, Al Qaeda telah meniru gerakan-gerakan aliansi dengan pola pikir kelompok-kelompok fundamentalis, seperti misalnya kelompok Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Yaman, Arab Saudi, dan Somalia. Organisasi Usamah bin Ladin juga memiliki ikatan-ikatan dengan “Kelompok Islam” yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang menjalani hukuman seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan peledakan beberapa tempat di kawasan kota New York. Pada akhir tahun 1990-an dua orang anak Sheik Rahman bergabung bersama kekuatan tentara dan perjuangan Usamah bin Ladin.

Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Serikat memberi kesan bahwa Usamah bin Ladin dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaeda menjadi target sasaran militer Amerika yang bertugas di Arab Saudi, dan di Yaman, dan satuan militer yang ditugaskan di Tanduk Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993, diberitakan ada 18 orang anggota militer berkebangsaan Amerika Serikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan penderitaan di Somalia, mati dibunuh disana ketika menjalankan karya sosial mereka. Mayat tentara pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya. Pada tahun 1996 Usamah bin Ladin dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial di atas dan ia mengatakan bahwa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentara-tentara itu. Penegak hukum Amerika Serikat juga menuduh bahwa Usamah bin Ladin memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal ke atas dua hotel di Yaman di mana para tentara Amerika Serikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.

Pada Februari 1998, Osama dan Ayman Zawahiri bergabung melawan AS dan mulai melakukan serangan atas sasaran AS. Al Qaeda terlibat serangan Kedutaan AS di Nairobi, Kenya, dan di Dar Es Salaam, Tanzania, pada Agustus 1998

Pada tanggal 7 Agustus 1998, delapan tahun setelah penugasan operasional militer, Amerika Serikat membuat sebuah jebakan di Arab Saudi dengan meledakkan dua truk bermuatan bom di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi dan membuat alur cerita se akan akan otak peledakan adalah usamah bin ladin, Kenya; dan di Dares Salaam, Tanzania. Usamah bin Ladin menolak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Usamah di London setidaknya kepada tiga agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan para pelaku tindak kriminal tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar, yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaeda.

Empat belas hari kemudian, pada tanggal 20 Agustus 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada kapal perang Amerika Serikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang menjadi target untuk melumpuhkan usamah binladin dengan memberikan cap sebagai sarang pelatihan teroris, dan penggempuran terhadap pabrik reaktor kimia di kota Khartoum, Sudan. Usamah bin Ladin bisa selamat dari serangan itu dan dijatuhi hukuman oleh Amerika Serikat dengan tuduhan sebagai perancang atau otak di balik serangan-serangan bulan November 1998.

Banyak pengamat Islam Internasional mengatakan bahwa perlawanan Usamah bin Ladin dan Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut selama dunia barat khususnya Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan yang dianggap tidak adil terhadap negara-negara dunia Islam. Kasus Palestina dan keberpihakannya terhadap Israel diantaranya, serta serangan dan pendudukan terhadap Irak membuat masalah yang dikatakan dunia Barat sebagai terorisme tidak akan selesai.

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Artikel terkait Lainnya

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37Xw

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s