Perkembangan Pemeluk Agama Islam Tercepat di Dunia

Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. Beberapa pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat. Populasi Muslim dunia akan tumbuh dua kali lipat sama cepatnya dengan populasi non-Muslim dalam 20 tahun ke depan, ketika Muslim diharapkan untuk membentuk lebih dari seperempat dari populasi global, sebuah studi yang dipublikasikan

Populasi penduduk Muslim di dunia diprediksi akan meningkat sekitar 35 persen dalam 20 tahun mendatang. Demikian dikemukakan oleh Dr Brian Grim, peneliti senior dan direktur nasional data, Pew Forum on Religion and Public Life.
Timur Tengah dan Afrika Utara diperkirakan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan itu dengan kenaikan sebesar 37 persen. Kaum muslimin di Timur Tengah dan Afrika Utara akan meningkat dari 321.900.000 pada tahun 2010 menjadi 439.500.000 pada tahun 2030. Jumlah itu mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun 1990 yang hanya 205,9 juta.

Laporan-laporan lain juga dipublikasikan dalam simposium yang diselenggarakan oleh Tabah Foundation itu. “Laporan Masa Depan Populasi Global umat Islam” yang merupakan sebuah studi demografi komprehensif estimasi Muslim di seluruh dunia pada tahun 2010 dan proyek pertumbuhannya sampai 2030 dipublikasikan pula rinciannya pada forum itu.

Peningkatan populasi Muslim dalam prosesentase terbesar akan terjadi di wilayah Palestina dan Israel. Di wilayah itu pertumbuhan Muslim mencapai 66 persen. Populasi Muslim di wilayah Palestina diproyeksikan meningkat dari 4,3 juta pada tahun 2010 menjadi 7,1 juta pada tahun 2030, sedangkan di Israel Muslim akan tumbuh sebesar 1.3 juta hingga 2.1 juta dalam periode yang sama. Menurut laporan dari Amerika, pertumbuhan muslim terbesar diperkirakan terjadi pada tahun 2020

Studi demografi lainnya yang disebut, “The Future of the Global Muslim Population” (Masa Depan Populasi Muslim Global), memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, Muslim akan menyusun 26,4 persen dari populasi dunia, yang diharapkan berjumlah keseluruhan sekitar 8,3 milyar orang.

Studi itu menggunakan angka kesuburan, kelahiran dan migrasi, para peneliti di Forum Pew tentang Agama dan Kehidupan Publik memproyeksikan sebuah pertumbuhan populasi tahunan 1,5 persen untuk Muslim dunia selama dua dekade ke depan, dan hanya 0,7 persen pertumbuhan setiap tahun untuk non-Muslim.

Jumlah tersebut menandai sebuah peningkatan titik tiga persentase dari 23,4 persen bagian yang dipegang oleh Muslim dunia diperkirakan sejumlah 6,9 milyar orang saat ini, studi tersebut mengatakan.

Lebih dari enam dalam 10 penganut Islam akan tinggal di kawasan Asia-Pasifik pada tahun 2030, dan nuklir Pakistan, yang telah melihat sebuah peningkatan dalam radikalisasi dalam beberapa bulan, akan mengambil alih Indonesia sebagai negara yang paling banyak berpopulasi Muslim di dunia.

Di Afrika, populasi Muslim dari negara sub-Sahara, Nigeria akan menjadi lebih banyak dari pada Mesir dalam 20 tahun, studi tersebut memproyeksikan.

Dan di Eropa, diprediksikan bahwa populasi Muslim akan tumbuh dengan hampir satu per tiga dalam 20 tahun, dari 44,1 juta orang, atau enam persen dari penduduk kawasan tersebut pada tahun 2010, menjadi 58,2 juta atau delapan persen dari yang diproyeksikan populasi keseluruhan pada tahun 2030.

Beberapa negara Uni Eropa akan menjumpai persentase angka dua kali lipat Muslim di dalam populasi mereka pada tahun 2030: populasi Muslim Belgia diproyeksikan meningkat dari enam persen mencapai 10,2 persen selama dua puluh tahun terakhir, sementara Perancis diharapkan mencapai 10,3 persen pada tahun 2030, meningkat dar 7,5 persen saat ini.

Di Swedia, Pew memprediksikan Muslim akan membentuk hampir 10 persen dari populasi dibandingkan dengan kurang dari lima persen saat ini.

Populasi Muslim Inggris diprediksikan meningkat dari 4,6 persen sampai 8,2 persen pada tahun 2030, dan 9,3 persen dari populasi Austria diramalkan menjadi Muslim pada saat itu, dibandingkan kurang dari enam persen penduduk negara Alpine sekarang.

Rusia, yang bukan merupakan anggota Uni Eropa, akan berlanjut memiliki populasi Muslim terbesar dalam istilah absolut pada tahun 2030, dengan 18,6 juta Muslim atau 14,4 persen dari total populasi neara besar tersebut.

Sementara itu, AS, diproyeksikan memiliki sebuah jumlah absolut Muslim yang lebih besar pada tahun 2030 dari pada negara Eropa manapun selain Rusia dan Perancis, namun secara proporsional, Muslim akan menyusun presentasi jauh lebih sedikit dari populasi AS dari mereka yang di Eropa.

Populasi Muslim di AS diproyeksikan tumbuh dari tingkatan saat ini, kurang dari satu persen sampai 1,7 persen pada tahun 2030, membuat Musim “kira-kira sama jumlanya dengan Yahudi atau Episcopalian di AS,” studi tersebut mengatakan.

Populasi Muslim

Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 miliar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh.

Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia.

Jumlah Anti Muslim Juga meningkat

Namun seiring dengan peningkatan jumlah pemeluk agama Islam justru di beberapa negara juga terjadi peningkatan kaum penentang umat muslim itu sendiri. Di Inggris jumlah anggota English Defence League (EDL) terus meningkat pesat tiap tahunnya. Sejak awal kemunculannya pada musim panas 2009, kelompok tersebut telah merencanakan sekitar 20 aksi protes meliputi Britania, termasuk London, Birmingham, Manchester, Leeds, Luton, Nottingham, Glasgow, hingga Swansea.

Pemimpin EDL mengklaim bahwa gerakan mereka adalah gerakan damai, sebuah organisasi non-rasis. Namun menghabiskan waktu bersama mereka, terdapat bukti-bukti bahwa gerakan mereka sangat mengganggu. Mereka bahkan diketahui memiliki hubungan erat dengan beberapa organisasi vandalis, termasuk hooligan, neo-Nazi, Combat 18, Blood and Honour dan British Freedom Fighters. Umat Muslim adalah menjadi target utama mereka.

Dalam sebuah serangan, 30 pemuda kulit putih dan hitam melakukan pengeroyokan terhadap seorang pelajar Asia di dekat City University di pusat London, menyerang mereka dengan tongkat besi, batu bata, dan juga meneriakkan kata-kata rasis. Tiga orang – dua mahasiswa dan seorang pejalan kaki menjadi korban mereka.

Menteri Komunikasi Inggris, John Denham, mengecam pertumbuhan EDL yang semakin tak terkendali. “Jika Anda melihat para demonstran, bahasa yang mereka gunakan, dan target yang mereka pilih, terlihat jelas bahwa ini semua hanya bertujuan untuk melakukan pengrusakan dan kekerasan, untuk mendapatkan respon. Dan kita semua harus ambil bagian dalam menanganinya.” Didirikan di Luton, EDL dihidupkan dengan sebuah protes di bulan Maret oleh Muslim Al Muhajiroun, yang memprotes sebuah parade penyambutan untuk para tentara yang kembali dari Irak.

Badan intelijen mengatakan bahwa liga itu memiliki sekitar 200 anggota yang terbagi ke dalam beberapa divisi namun kekuatannya dapat diperbesar jika upayanya untuk menjalin hubungan dengan “organisasi” hooligan sepakbola terus dilakukan. Pesan liga melawan Muslim akan menyerbu masyarakat Inggris, meskipun mereka bukan tipe yang akan melakukan konvoi, berkelahi, atau menyatakan persaudaraan mereka dengan sudut pandangnya.

Kelompok lain yang sejenis dengan EDL bernama United People of Luton, melakukan demonstrasi di kota Bedfordshire. Usaha-usaha yang dimiliki warga keturunan Asia diserang dan mobil-mobil dirusak. Konvoi itu kini telah dilarang selama tiga bulan.

Beberapa saat kemudian , fokus berpindah ke Birmingham, merujuk pada kekerasan jalanan yang kembali terjadi pada tanggal 5 September ketika 200 orang mengalami bentrokan yang berujung pada penahanan 90 dari mereka.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA :

Supported By :

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s