Mengapa Doa Kita Tidak Terkabul ?

Seringkali orang berdoa dengan sangat khusyuk memohon berbagai keinginan dan harapan kepada Allah SWT. Bahkan tiada hari tanpa permintaan dalam setiap doanya. Namun sebgain orang tersebut selalu saja merasa doanya belum terkabul. bagaimana cara agar doa manusia dapat terkabul di depan Allah SWT.

Ketika mengatakan “doa” kita mengacu pada suatu tindakan menyembah Allah yang memiliki format khusus sebagai Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad, semoga Allah meningkatkan peringkat nya.  Para nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, semoga Allah meningkatkan peringkat mereka, memerintahkan para pengikut mereka untuk berdoa sesuai perintah Tuhan.

Doa adalah hal yang paling penting Islam setelah keyakinan yang benar dalam Allah dan Rasul-Nya, seseorang harus merencanakan hidupnya doa.  Ini akan menjadi dosa besar untuk mengabaikan berdoa ketika di tempat kerja jika doa itu diperlukan pada saat itu.  Jika seorang percaya adalah belanja di mal atau menunggu di bandara dan tidak ada cara untuk mendapatkan rumah atau ke masjid, ia masih wajib untuk melakukan shalat dalam waktu haknya bukannya sengaja meninggalkan keluar atau menunda shalat. Melakukan salat wajib tepat waktu mengambil prioritas di atas kegiatan penting lainnya.

Manusia telah diminta berulang kali untuk meminta kepada Allah (swt) untuk itu yang dia inginkan.  Untuk mengakhiri penderitaan, rasa sakit atau untuk mendapatkan yang kita inginkan paling, doa dibuat kepada Allah (swt).  Dalam Surat Ghafir, Allah (swt) berfirman:  “Dan Tuhanmu berkata:” Panggillah Aku, Aku akan menjawab Anda (Doa) “- [Quran 40:60]

Namun banyak dari doa-doa kita tidak dikabulkan dan orang sering bertanya-tanya mengapa doa-doa mereka tidak didengar.  Semua doa dibuat untuk Allah (swt) yang didengar oleh-Nya:

“Ketika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, (kepada mereka) bahwasanya Aku adalah dekat (dengan mereka) saya mendengarkan doa dari setiap pemohon ketika dia memanggil saya..” – [Quran 2:186]

Untuk memastikan apakah nantinya doa kita terkabul, kita harus yakin bahwa apa yang kita inginkan dalam doa itu adalah haram halal dan tidak.  Selain itu kita harus memiliki iman kepada Allah (swt) dan tahu bahwa Dia akan memenuhi apa yang baik bagi kita. Niat kita harus murni dan doa harus dilakukan dengan kerendahan hati.  Hal ini penting bagi kita untuk menahan diri dari apa yang haram dan mengikuti perintah Allah (SWT) sebagai ketat seperti yang kita dapat. Kehilangan iman kepada Allah (swt) hanya berbahaya bagi kita karena Dia tidak perlu bahwa kita memiliki iman di dalam Dia. Doa yang terjawab di dunia ini ditangguhkan dihargai untuk di akhirat. Yang paling penting, kita harus mengakui bahwa Allah (swt) menguji kita dan dengan demikian harus melatih kesabaran saat-saat seperti itu.

Mengapa Doa Tidak Terkabul

 Ibrahim bin Adham seorang sufi yang hidup pada abad ke-8 Masehi  dan Suffiyan At-Tsauri , pernah berpidato di hadapan jamaah di Basrah, yang rata-rata mereka hampir putus asa dalam doa, lantaran sudah lama berdoa tetapi tidak terkabul. Ibrahim Adham, mengatakan “Doamu tidak dikabulkan Allah lantaran sepuluh perkara:

  1. Kamu mengenal Allah, tetapi kamu tidak mendatangkan kewajiban kepada-Nya.
  2. Engkau membaca Al-Qur’an, tetapi engkau tidak mengamalkan kandungannya.
  3. Engkau mengatakan menjadi musuh syetan, tetapi engkau mengikuti dan bersesuaian dengan syetan.
  4. Engkau mengatakan menjadi Umat Nabi Muhammad SAW, tetapi engkau tidak mengikuti jejaknya.
  5. Engkau berkeinginan masuk surga, tetapi tidak mau beramal yang dapat menghantarkannya ke surga.
  6. Engkau menginginkan selamat dari api neraka, tetapi engkau mencampakkan dirimu ke dalamnya.
  7. Engkau mengatakan bahwa mati itu pasti, tetapi engkau tidak mau mempersiapkan bekal untuk mati.
  8. Engkau sibuk meneliti cela kawan-kawanmu, tetapi engkau tidak mau memperhatikan cela dirimu sendiri.
  9. Engkau makan nikmat dari Tuhamu, tetapi engkau tidak pernah bersyukur kepadanya.
  10. Engkau ikut mengubur orang mati, tetapi engkau tidak dapat mengambil i’tibar (pelajaran) dari peristiwa itu

 

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37XwKORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s