Lebaran, Ajang Pamer Lahir Batin

Tradisi Halal Bihalal dan mudik tidak bisa dilepaskan dalam budaya lebaran di Indonesia. Idul Fitri bukan sekedar terjadi arena permohonan saling memaafkan lahir dan batin. Tetapi lebaran juga menjadi ajang pamer keberhasilan lahir dan batin. Hal ini adalah merupakan kewajaran sebagai manusia. Selama ini keberhasilan lahir dan batin di rantau selalu ingin ditonjolkan dan ingin ditunjukkan kepada orang tua, saudara dan handai taulan. Lebaran sebagai ajang pamer lahir dan batin adalah merupakan kewajaran bila diekspresikan dengan cara tidak berlebihan. Tetapi bila dilakuan berlebihan maka akan mendekat pada kesombongan dan keangkuhan. Sayangnya kewajaran dan kesombongan berbeda sangat tipis.

Lebaran sebagai hari raya umat muslim di setiap negara berbeda dalam cara merayakannya. Di Indonesia budaya merayakan lebaran sangat didominasi dengan saling memaafkan dan berkumpul dengan orang tua, saudara dan handai taulan. Tradisi mudik tidak hanya bisa dilepaskan dalam budaya itu. Pertemuan tahunan atau bahkan lebih itu akan menjadikan ajang pamer fisik dan materi untuk menunjukkan keberhasilan seseorang.

Pamer lahir ini akan tampak saat menjelang lebaran barang dagangan konsumtifpun laku keras. Toko perhiasan, bisnis mobil dan motor, toko pakaian atau penjualan konsumtif lainnya pasti laku keras. Hal ini bukan saja karena punya uang lebih dari THR, tetapi ingin penampilan lebih saat mudik. Seseorang saat mudik pasti akan berkeinginan membeli handphone baru yang paling canggih dan mahal. Saat berlebaran sebagian orang pasti berkeinginan mengganti mobil yang lebih baik dan lebih mahal. Sebagian umat saat berlebaran pasti ingin memakai sepatu dan baju baru yang paling bagus dan eksklusif. Sebagian masyarakat saat halal bihalal pasti ingin membangun rumahnya lebih mewah dan megah.

Saat pertemuan halal bihalal dalam keluarga memang tidak disadari tampak seperti ajang pamer fisik dan batin. Di ujung ruangan pertemuan itu seseorang kerabat dengan gagah dan berlebihan selalu sibuk memencet Galaxi Tab, gadget tercanggih yang baru dibelinya. Setiap orang yang ditemuinya akan diberitahu kecanggihan dan kemahalan gadget andalannya itu. Saudara yang lain tak mau kalah, buru-buru masuk ke kamar ingin juga menunjukkan kecanggihan Ipad 2 yang baru dibelinya kemarin. Sedangkan saudara lainnya hanya termenung memandangi handphone bututnya yang belum pernah diganti sejak lima tahun yang lalu.

Di sudut lainnya seorang tante yang wajahnya bangga dan bahagia ketika saudara lainnya kagum pada penampilannya. “Waduh, jeng cantik deh penampilannya. Baju dan perhiasannya klop benar.” Langsung saja si Tante dengan bangga dan sedkit angkuh menimpali. “Wah, biasa aja kok. Ini belum seberapa. Perhiasan ini murah kok waktu saya beli di Paris. Baju muslim ini juga harganya cuman 10 juta saat tante jalan-jalan ke Hongkong. Keluarga yang lain yang ikut mendengar manggut-manggut kagum akan kesuksesan suami Tante. Tetapi saudara lainnya berbisik kepada kerabat di sebelahnya. “Kayaknya, baju muslim itu saya lihat banyak dijual di Tanah Abang.” Sedangkan yang dibisiki menimpali :”Iya, deh. Kayaknya kamu bener. Emang di Hongkong banyak jual baju muslim ?” Di seberang lainnya seorang kerabat yang sederhana, dengan wajah sendu memegangi baju muslim bututnya yang kemarin baru diberi bekas baju kakaknya yang kesempitan.

Di halaman depan rumah tempat halal bihalal itu seorang kerabat sedang sibuk menjelaskan kehebatan mobil barunya saat di jalanan. Kerabat itu bahkan dengan bersemangat menunjukkan interior mewah mobil yang berharga mahal itu. Tetapi di sudut lain tampak seorang saudara dengan wajah layu memandangi dari jauh motor butunya yang sering miogok tetapi belum bisa memperbaiki karena masalah biaya.

Di pojok ruangan lain, seorang ibu yang cantik, sederhana dan bersahaja juga sempat pamer non fisik terhadap saudara yang menanyai. ” Bagaimana, jeng kabar anaknya. Dijawab dengan anggun : “Yang nomer satu sudah lulus spesialis jantung dan sekarang melanjutkan sekolah di Amerika. Adiknya sedang pendidikan S3 di Jakarta. Si bungsu sedang menyelesaikan pendidikan spesialis anak di Surabaya”.

Pada umumnya komunikasi yang tercipta setelah halal biihalal adalah menanyakan keberhasilan anak. Keberhasilan anak seringkali diukur dengan menanyakan jumlah anak, kelas berapa, sudah bekerja ataupun kehebatan dan prestasi apa yang telah dilakukan anaknya. Inipun sebenarnya termasuk pamer non fisik atau pamer lahir. Keberhasilan nonfisik yang sering ditampakkan dalam ajang silatutahmi lebaran adalah keberhasilan rohani seperti keberhasilan anak menyelesaikan ibadah puasa penuh atau menyelasaikan katam Quran saat ramadhan. Tetapi pamer batin ini lebih manusiawi dilakukan untuk menunjukkan keberhasilan selama menempuh hidup di tanah rantau atau putusnya komunikasi selama ini. Namun jangan lupa bahwa apapun bila dalam jumlah berlebihan akan juga mengarah pada kesombongan dan ria. Ini terjadi bila pamer batin itu berlebihan akan cenderung masuk dalam ria dalam beribadah.

Jauhi Kesombongan

Tampaknya acara mudik dan halal bihalal adalah merupakan kewajaran bila dijadikan ajang pamer lahir dan batin. Merupakan hal yang manusiawi bila seseorang ingin menunjukkan keberhasilan keluarganya. Menjadi tidak wajar dan merupakan kesombongan dan keangkuhan bila disampaikan dengan cara berlebihan. Namun kewajaran dan kesombongan itu berbeda tipis. Bila berlebihan sedikit dalam mengekspreikannya maka akan jatuh pada kesombongan.

Ajang pamer fisik ini tampak dari tampilan selama di arena halal bihalal. Pamer fisik dalam acara mudik tidak harus berkonotasi buruk, karena ingin menunjukan keberhasilan kepada orang tua bahwa anaknya berhasil. Namun beda tipis antara ingin menunjukkan keberhasilan atau suatu kesombongan. Cara mudah membedakan, bila hal itu dilakukan secara berlebihan dan cara menyampaikan dengan angkuh maka akan mendekati kearah kesombongan. Sebenarnya kesombonhan dan keangkuhan tidak disukai Allah SWT seperti yang terttulis dalam (QS. Luqman:18 : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.“

Kesombongan dan keangkuhan akan terjadi saat dalam mengekspresikan keberhasilan seseorang terlalu dipaksakan dan berlebihan. Dipaksakan bila yang ditampilkan tidak sesuai kemampuan. Misalnya kemampuan dana yang terbatas tetapi dipaksakan untuk membeli mobil baru. Dipaksakan bila handphone baru dan perhiasan baru itu dibeli dengan uang hutangan.

Ajang maaf dan memaafkan lahir dan batin tidak disadari semua orang menjadi arena pamer lahir dan batin. Itulah cerita dibalik keunikan budaya Indonesia dalam merayakan lebaran. Tidak salah dalam menyampaikan pamer lahir dan batin. Tetapi sebaiknya lebih diutamakan pamer batin. Tetapi apapun ajang pamer itu seharusnya dilakukan dengan cara yang proposional dan tidak berlebihan.

Bila kesombongan itu timbul dalam ajang halal sering menimbulkan kecemburuan pada keluarga lainnya. Kecemburuan itu akan melahirkan sikap iri dan tidak senang. Sehingga halal bihalal yang seharusmya berniat mulia justru menimbulkan permusuhan dan ketidaksenagan pihak lain.

Selamat idul fitri saudara muslimku. Dihari nan fitri ini, lahir anda semua tampak cantik dan gagah dengan mobil baru, baju baru dan Ipad 2 baru itu. Tetapi anda semua lebih cantik dan anggun ketika kemewahan batin dan keberhasilan batin itu menyinari setiap langkah dan ucapmu.

 

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37XwKORANDO – Koran Anak Indonesia, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : korando.online@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s