Kurban Menurut Berbagai Budaya dan Agama di Dunia

Kurban adalah suatu praktik yang banyak ditemukan dalam berbagai agama dan kebudayaan di dunia, yang biasanya dilakukan sebagai tanda kesediaan si pemeluknya untuk menyerahkan sesuatu kepada Tuhannya. Kurban berarti “persembahan kepada Tuhan atau pemberian untuk menyatakan kesetiaan atau kebaktian, Tradisi keagamaan dalam sejarah peradaban manusia yang beragam juga mengenal persembahan kepada Tuhan ini, baik berupa sembelihan hewan hingga manusia. Mungkin kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari tradisi tersebut.

Praktik pemberian kurban ditemukan dalam catatan-catatan manusia yang paling tua dan temuan-temuan arkeologis mencatat tulang-belulang manusia dan binatang yang menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka telah dipersembahkan sebagai kurban dan praktik ini tampaknya telah dilakukan lama sebelum manusia mulai meninggalkan catatan tertulis. Pemberian kurban adalah tema yang umum dalam kebanyakan agama, meskipun dalam beberapa millennium belakangan ini pemberian kurban binatang dan khususnya manusia, telah jauh berkurang.

Agama-agama konu di Mesir, India, Yunani dan Meksiko biasa melakukan ritual kurban untuk dipersembahkan kepada Tuhan atau Dewa yang mereka sembah. Dalam masyarakat kuno misalnya, upacara pengorbanan tak hanya dengan mempersembahkan hewan kepada kekuatan ghaib, tapi juga manusia, khususnya perempuan dan anak-anak. Peradaban Maya di Meksiko biasa menyelenggarakan upacara kurban dengan menceburkan anak perawan ke sungai atau ke sumur tua. Di India, penyembelihan anak-anak sebelum kemudian diganti dengan hewan untuk dipersembahkan kepada kekuatan ghaib adalah sesuatu yang lumrah

Dalam Yudaisme, kurban dikenal dengan istilah Korban dari akar kata bahasa Ibrani karov yang berarti “[datang] mendekat [kepada Allah]”. Sentralitas kurban dalam Yudaisme jelas, seperti yang banyak diuraikan dalam Alkitab, khususnya dalam pasal-pasal pembukaan Kitab Imamat, dengan penjelasan terinci tentang cara-cara pemberiannya. Kurban dapat diberikan dalam bentuk sesuatu yang berdarah (binatang) ataupun yang tidak berdarah (biji-bijian dan anggur). Kurban darah dibagi ke dalam holocaust (kurban bakaran, dengan seluruh binatangnya dibakar habis), kurban penebusan dosa (dalam hal ini hanya bagian-bagian tertentu dari binatang kurban dibakar dan sisanya ditinggalkan untuk imam) dan kurban pendamaian (sama seperti di atas, hanya bagian-bagian tertentu dari binatang kurban dibakar habis). Namun demikian, para nabi menunjukkan bahwa kurban hanyalah suatu bagian dari pengabdian kepada Allah, dan harus disertai oleh moralitas dan kebaikan dalam diri manusia itu sendiri.

Inilah Ritual Kurban Menurut Berbagai Budaya dan Agama di Dunia

  • Agama Islam.  Ibadah kurban saat Idul Adha dilakukan oleh seluruh umat muslim di dunia yang mampu. Kurban biasanya dilaksanakan pada Idul Adha yang jatuh setiap 10 Dzulhijjah dan tiga hari setelahnya atau pada hari-hari tasyrik. Makna utama ibadah kurban yang berupa kesediaan untuk berkorban sebagaimana ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, dapat dijadikan inspirasi bagaimana umat. Kurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah.
  • Agama Nasrani. Kitab injil penuh dengan cerita kurban. Penyaliban Isa menurut umat Nasrani merupakan salah satu kurban teragung.
  • Agama Katolik. Umat Katolik juga mengenal kurban hingga sekarang berupa kepingan tepung suci.  Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat.Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Agama Katolik mempercayai bahwa Yesus dikorbankan dalam ekaristi kudus, tetapi alkitab menulis bahwa Dia dikorbankan di bukit Golgota. Sesungguhnya Yesus telah mempersembahkan tubuh dan darahnya pada saat perjamuan malam terakhir sebagai awal, dan dilanjutkan pada keesokan harinya ketika Dia harus wafat di kayu salib. Dalam korban misa atau ekaristi, Yesus melanjutkan pengorbanan DiriNya sebagai persembahan pada BapaNya melalui tangan Imam. Mat 26:26-28 : “Dan ketika mereka sedang makan, Yesusmengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-muridNya dan berkata, “Ambillah, makanah, inilah tubuhKu”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” Kristus memerintahkan GerejaNya untuk mengabdikan upacara korban tersebutuntuk pengudusan terus-menerus bagi kita para pengikutNya dengan bersabda, “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” ( Luk 22:19 ). Dan Gereja Katolik memenuhi perintah Sang Guru ini dalam Misa atau Ekaristi Kudus. Bila Misa Kudus dipersembahkan maka dihadirkanlah Korban Kristus di kayu salib yang dipersembahkan sekali dan untuk selamanya. Misa Kudus memperoleh semua nilainya dari korban di kayu salib. Misa Kudus adalah korban yang satu dan sama dengan korban Yesus di kayu salib.

  • Ritual Melasti Agama Hindu Bali. Menjelang Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali menggelar ritual Melasti yang merupakan salah satu rangkaian awal perayaan Nyepi. Melasti adalah ritual untuk menyucikan Pratima atau benda sakral umat Hindu dilaut, danau, atau sumber mata air lainnya. Biasanya warga mendatangi pantai-pantai yang dekat dengan tempat tinggal mereka untuk mengikuti prosesi Melasti. Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi pantai yang menjadi salah satu tujuan utama pariwisata dunia ini. Dengan mengenakan pakaian adat lengkap, warga datang bersama keluarga mereka dengan membawa berbagai macam sesaji. Prosesi Melasti ini diawali dengan upacara atau upakara yang dipimpin oleh pendeta Hindu, kemudian dilanjutkan dengan penghaturan sesaji, prosesi ketiga adalah tarian rejang yang dibawakan oleh remaja putri. Dan memasuki tahap akhir ritual Melasti warga menggelar persembahyangan bersama.  Usai sembahyang, warga melarung sesaji berupa hewan ternak seperti kambing, ayam atau bebek ke tengah laut. Ritual terakhir melasti ini disebut Pakelem yang tujuannya untuk memohon keselamatan. Memohon kepada Batara Segara (penguasa laut) supaya semuanya mendapat keselamatan.
  • Jaman Nabi Adam. Dalam kisah Habil dan Qabil yang disitir al-Qur’an disebutkan Qurtubi  meriwayatkan bahwa saudara kembar perempuan Qabil yang lahir bersamanya bernama Iqlimiya sangat cantik, sedangkan saudara kembar perempuan Habil bernama Layudza tidak begitu cantik. Dalam ajaran nabi Adam dianjurkan mengawinkan saudara kandung perempuan mendapatkan saudara lak-laki dari lain ibu. Maka timbul rasa dengki di hati Qabil terhadap Habil, sehingga ia menolak untuk melakukan pernikahan itu dan berharap bisa menikahi saudari kembarnya yang cantik. Lalu mereka sepakat untuk mempersembahkan qurban kepada Allah, siapa yang diterima qurbannya itulah yang akan diambil pendapatnya dan dialah yang benar di sisi Allah. Qabil mempersembahkan seikat buah-buahan dan habil mempersembahkan seekor domba, lalu Allah menerima qurban Habil.
  • Umat Yahudi. Kurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka, sehingga tradisi itu dihapuskan melalui perkataan nabi Isa bin Maryam. Kaum Yahudi juga mengenal qurban manusia hingga Masa Perpecahan. Kemudian lama-kelamaan qurban manusia diganti dengan qurban hewan atau barang berharga lainnya. Dalam sejarah Yahudi, mereka mengganti qurban dari menusia menjadi sebagian anggota tubuh manusia, yaitu dengan hitan. Sedangkan dalam tradisi Bani Israel, Qurban dimaksudkan sebagai penebusan dosa. Qurban binatang bani Israil berupa, sapi, domba atau kambing.
  • Bangsa Maya Kuno. Bangsa Maya kuno sepenuhnya yakin bahwa persembahan darah merupakan hal yang mutlak bagi eksistensi manusia dan dewa. Kurban dengan mempeersembahan darah dapat memberikan kekuatan dan kekuasaan yang suci bagi manusia.Dengan sebilah pisau osidian, Raja menoreh organ reproduksinya sendiri, agar darah mengalir ke atas sehelai  kertas dalam mangkok. Istri raja juga turut serta dalam upacara ini, mereka akan menggunakan seutas tali berduri yang kemudian ditusukkan ke lidah sendiri.Kertas yang dinodai darah akan dibakar, mereka percaya asap yang terbakar akan berhubungan langsung dengan alam dewata. Sembahyang kepada dewa atau leluhur dengan menggunakan manusia hidup kadang juga
    terjadi dalam upacara keagamaan mereka.Biasanya orang yang dipilih sebagai
    persembahan kurban adalah nara pidana, budak, anak yatim atau anak
    haram. Sedangkan sembahyang dengan menggunakan hewan ternak lebih umum
    dibanding orang hidup, kalkun, anjing, tupai dan kadal dan hewan lainnya
    dianggap sebagai persembahan kurban yang paling pas terhadap segala dewa bangsa Maya. Persembahan kurban manusia hidup dilakukan dibawah bantuan 4 orang tua  yang disebut “Chac” (Konon katanya, upacara ini dilakukan demi untuk menyatakan  penghormatan terhadap dewa hujan Chac bangsa Maya kuno). Ke-4 orang ini  masing-masing menekan lengan dan kaki yang dipersembahkan sebagai kurban, sedang  orang yang bernama “nacom” menoreh dada “persembahan kurban”.
  • Budaya Eropa kuno. Kebudayaan pagan bangsa Eropa juga mengenal tradisi Qurban baik berupa Qurban hewan, buah-buahan hingga yang lebih ekstrem Qurban manusia hidup.
  • Budaya Eropa kuno. Di Jazirah Skandinavia Eropa Utara memiliki tradisi Qurban yang dipersembahkan untuk dewa Odin (dewa perang). Yang dikorbankan adalah para pendeta yang dianggap sebagai titisan dewa Odin.
  • Yunani kuno. Kebudayaan Yunani kuno sering disebut menyelenggarakan tradisi kurban dengan mengorbankan gadis perawan sebagai penebusan dosa.
  • Peradaban Arab sebelum Islam. Persembahan suci dengan menyembelih atau mengorbankan manusia juga dikenal peradaban Arab sebelum Islam. Bangsa Arab kuno sebelum datangnya Islam juga mengenal tradisi Qurban, umumnya Qurban berupa hewan ternak seperti unta, dimana darah persembahan dipercikan ke Kabah.Pada masa jahilyah Arab, kaum Arab mempersembahkan lembu dan onta ke Ka’bah sebagai qurban untuk Tuhan mereka. 
  • India .Dalam kebudayaan lembah Indus di anak benua India, tradisi kurban juga dikenal. Kurban berupa kambing, sapi, domba sampai unta. Kurban dimaksudkan untuk menyenangkan hati para dewa dan memperoleh keberuntungan.
  • Mitologi Yunani Kuno. Beberapa prajurit Lokris anak buah Aias berhasil selamat dan sampai di Lokris. Namun tiga tahun kemudian wabah penyakit melanda Lokris. Rakyat Lokris bertanya pada orakel dan diberitahu bahwa mereka diharuskan mmebawa sejumlah perawan Lokris ke Troya sebagai pendeta dan itu harus dilakukan selama seribu tahun. Undian dilakukan dan terpilihlah Piriboia dan Kleopatra sebagai gadis pertama yang dibawa ke Troya. Di sana, mereka bertugas menjaga kuil, hidup dalam kemiskinan, hanya mengenakan jubah, tidak mengenakan alas kaki, dan harus mencukur rambut mereka. Jika mereka mencoba kabur, mereka akan dibunuh. Mereka bertugas sampai mati. Setelah mati, gadis baru akan dikirimkan dari Lokris. Begitu seterusnya sampai waktu seribu tahun selesai.
  • Peradaban Arab sebelum Islam. Disebutkan dalam sejarah bahwa Abdul Mutalib, kakek Rasululluah, pernah bernadzar kalau diberi karunia 10 anak laki-laki maka akan menyembelih satu sebagai qurban. Lalu jatuhlah undian kepada Abdullah, ayah Rasulullah. Mendengar itu kaum Quraish melarangnya agar tidak diikuti generasi setelah mereka, akhirnya Abdul Mutalib sepakat untuk menebusnya dengan 100 ekor onta. Karena kisah ini pernah suatu hari seorang badui memanggil Rasulullah “Hai anak dua orang sembelihan” beliau hanya tersenyum, dua orang sembelihan itu adalah Ismail dan Abdullah bin Abdul Mutalib.
  • Upacara Larung Sesaji Pantai Selatan. Upacara Larung Sesaji diadakan setiap tanggal 1 bulan Suro di laut selatan, sering dilakukan masyarakat sekitar pantai Selatan. Upacara Larung Sesaji diadakan untuk mengucapkan rasa syukur dan do’a pada Tuhan yang telah memberikan hasil laut dan keselamatan pada para nelayan. Upacara ini diikuti oleh hampir seluruh penduduk disekitar pantai. Mereka membawa sesaji berupa Tumpeng, ayam, hasil bumi atau makanan serta menghanyutkannya di laut selatan. Sesaji itu merupakan simbol dari ucapan syukur atas berkah yang mereka dapatkan dari Tuhan.
  • Upacara Larung Sesaji Gunung Bromo. Upacara Kasada larung sesaji di kawah Gunung Bromo. Yadnya Kasada merupakan ritual bagi ummat Hindu Tengger. Upacara ini diikuti oleh masyarakat Tengger disekitar Gunung Bromo. Wujud syukur warga tengger atas keselamatannya diwujudkan dalam bentuk sesaji . Sesaji tersebut dibawa ke Pure Puten sebagai persembahan kepada para dewa. Sesajen tersebut berisi makanan pokok warga tengger dan hasil bumi warga disana. Sebagai puncak acara Yadya Kasada, tradisi labuh sesaji ke kawah Bromo. Sesajen yang mereka persembahkan di acara labuh sesaji itu berupa sebagian hasil bumi berupa kelapa, nasi, pisang, kacang tanah, kentang, wortel, gubis serta binatang ternak seperti ayam, kambing, maupun kerbau. Tidak ketinggalan bunga tujuh rupa yang direndam di dalam air yang diletakkan dalam baskom. Ritual kurban ini dipercaya penduduk setempat dapat mendatangkan berkah dan rejeki yang berlimpah serta diyakini dapat memberi perlindungan dan kesejahteraan masyarakat suku tengger.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37XwAudi yudhasmara

KORANDO – Koran Anak Indonesia, Yudhasmara Publisher  “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : korando.online@gmail.com http://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s