Tentang Kami

Membaca koran merupakan investasi untuk masa depan yang paling menjanjikan bagi perkembangan mental, intelektual dan spiritual seorang anak. Selain sebagai mendapatkan berbagai pengetahuan dan wawasan, membaca juga berfungsi sebagai salah satu sarana komunikasi dan pembelajaran hidup. Semakin sering anak berkomunikasi dengan membaca koran, semakin banyak wawasan dan pengetahuan yang didapatnya. Dengan berkomunikasi sangat penting bagi pengembangan kepribadian manusia. Di tengah keberhasilan pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, salah satu masalah yang masih terlihat adalah mengenai minat baca anak.
Untuk itu dengan niat tulus KORANDO – Koran Anak Indonesia hadir dalam media online. Dalam waktu dekat akan berupaya akan menjadi media cetak yang langsung dapat hadir ditengah keluarga di rumah. Selamatkan minat baca anak Indonesia dengan merekomendasikan Korando pada anak dan remaja anda. Pupuk minat baca anak Indonesia dengan menjadikan Korando sebagai rujukan anak Indonesia yang cerdas, berbudaya dan bermoral. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak.
Korando bukan sekedar informasi online biasa tetapi akan lebih memfokuskan dalam menciptakan sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia khususnya anak dan remaja Indonesia dalam memajukan budaya dan martabat bangsa ini. Korando berupaya menyejukkan dan memajukan Indonesia dengan opini positif dan membangun. Korando tidak ingin terjebak dengan media informasi lain yang selalu melepaskan kritik tanpa memberi solusi dan hanya memperkeruh kondisi bangsaini menjadi lebih buruk demi kepentingan kelompok dan individu. Korando akan berpedoman pada petuah orang bijak bahwa “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”.
Korando juga akan berusaha membangun motivasi anak Indonesia untuk mengingat petuah bijak lainnya “Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar.” Korando tidak akan terpengaruh demi kepentingan individu atau kelompok tertentu. Korando hanya mengutamakan kepentingan demi kemajuan bangsa ini agar berbudaya, cerdas dan bermoral.Usia anak adalah periode yang sangat menentukan kualitas seorang manusia dewasa nantinya. Saat ini masih terdapat perbedaan dalam penentuan usia anak. Menurut UU no 20 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan WHO yang dikatakan masuk usia anak adalah sebelum usia 18 tahun dan yang belum menikah. American Academic of Pediatric tahun 1998 memberikan rekomendasi yang lain tentang batasan usia anak yaitu mulai dari fetus (janin) hingga usia 21 tahun. Batas usia anak tersebut ditentukan berdasarkan pertumbuhan fisik dan psikososial, perkembangan anak, dan karakteristik kesehatannya. Usia anak sekolah dibagi dalam usia prasekolah, usia sekolah, remaja, awal usia dewasa hingga mencapai tahap proses perkembangan sudah lengkap.
Anak usia sekolah baik tingkat pra sekolah, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah menengah Atas adalah suatu masa usia anak yang sangat berbeda dengan usia dewasa. Di dalam periode ini didapatkan banyak permasalahan kesehatan yang sangat menentukan kualitas anak di kemudian hari. Masalah kesehatan tersebut meliputi kesehatan umum, gangguan perkembangan, gangguan perilaku dan gangguan belajar. Permasalahan kesehatan tersebut pada umumnya akan menghambat pencapaian prestasi pada peserta didik di sekolah. Sayangnya permasalahan tersebut kurang begitu diperhatikan baik oleh orang tua atau para klinisi serta profesional kesehatan lainnya. Pada umumnya mereka masih banyak memprioritaskan kesehatan anak balita.Penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia yg disponsori oleh The International Association for the Evaluation Achievement. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa rata-rata anak Indonesia berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia.
Secara umum di Indonesia konsumsi satu surat kabar untuk empat puluh lima orang (1:45) sedangkan di negara tetangga seperti Srilangka sudah 1:38 dan Filipina 1:30. Padahal, idealnya satu surat kabar dibaca oleh sepuluh orang atau 1:10. Beberapa ahli ada yang menyatakan bahwa saat ini anak Indonesia baru sampai pada gemar mendengar atau melihat dan belum sampai pada taraf gemar membaca. Kebiasaan membaca pada anak akan semakin memprihatinkan dengan datangnya media elektronik yang semakin menjamur.
Serbuan media elektronik tersebut di antaranya adalah televisi, play station, handphone, internet, dan permainan elektronik lainnya. Meski media informasi dapat diberikan melalui internet dan handphone tetapi kualitas dan kuantitias informasi berbeda. Berbagai media elektronik tersebut cenderung lebih menarik dibandingkan dengan membaca koran atau mebaca buku. Apalagi dengan alat elektronik tersebut anak dan remaja Indonesia pasti akan lebih tertarik dengan fasilitas game ataupun musik dibandingkan dengan asupan informasi. Media elektronik yang satu ini mempunyai andil yang tidak kecil dalam menghambat perkembangan media cetak, terutama koran dan buku. Meskipun demikian, koran hingga saat ini masih tak bisa dengan mudah tergantikan. Sayangnya, saat ini sangat terbatas sekali media surat kabar untuk mememenuhi kebutuhan minat baca anak dan remaja Indonesia.

Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar.

Harus dimaklumi bahwa upaya dan niat mulia Korando masih disertai adanya beberapa pihak yang tidak senang atau kurang mendukung pemberian informasi pada anak dan remaja Indonesia. Bila itu terjadi, kami mohon maaaf dan mohon menyampaikan kritik membangun bukan dengan cara mendiskriditkan. Marilah bersama membangun dan menciptakan media informasi yang berkualitas dan bermanfaat demi pengetahuan dan wawasan anak dan remaja Indonesia.

Jangan pernah meragukan keberhasilan sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia. Karena hanya kelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya. (Margaret Mead)
Supported By : 

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. 

Multi media-Design Graphis: Digna Betanandya Andika, Vavan Prayudha

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 

Phone : (021) 5703646 

email : korando@gmail.com http://korananakindonesia.com/

Copyright 2013. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KORANDO – Koran Anak Indonesia, Inspirasi Anak Indonesia

%d blogger menyukai ini: